Apa Itu Tuberkulosis? Kenali Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini terutama menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ lain seperti tulang, kelenjar getah bening, hingga otak. TBC menjadi salah satu penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bagaimana Tuberkulosis Menular?

Penularan TBC terjadi melalui udara. Ketika penderita TBC aktif batuk, bersin, atau bahkan berbicara, bakteri dapat menyebar dan terhirup oleh orang lain. Namun, tidak semua orang yang terinfeksi langsung jatuh sakit. Ada kondisi yang disebut TBC laten, yaitu bakteri sudah masuk ke tubuh tetapi belum menimbulkan gejala dan tidak dapat menularkan pada orang lain.

Gejala Utama Tuberkulosis

Beberapa gejala TBC paru yang umum ditemukan antara lain:

  • Batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu
  • Batuk berdarah (pada kondisi tertentu)
  • Demam dan berkeringat di malam hari
  • Penurunan berat badan drastis
  • Mudah lelah dan sesak napas

Jika gejala ini muncul secara terus-menerus, segera lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena TBC?

  • Orang dengan daya tahan tubuh lemah (misalnya penderita HIV/AIDS)
  • Perokok aktif atau pasif
  • Tinggal di lingkungan padat penduduk dengan sanitasi buruk
  • Kontak erat dengan penderita TBC aktif

Pencegahan dan Pengobatan

TBC dapat dicegah dan disembuhkan. Beberapa langkah pencegahan meliputi:

  • Vaksinasi BCG pada bayi
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan sirkulasi udara
  • Menggunakan masker saat kontak dengan penderita TBC
  • Pola hidup sehat untuk memperkuat imunitas

Sedangkan pengobatan TBC dilakukan dengan terapi obat OAT (Obat Anti Tuberkulosis) selama minimal 6 bulan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk mencegah resistensi obat.


Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang bisa menyerang siapa saja. Dengan deteksi dini, pencegahan yang tepat, dan pengobatan secara teratur, TBC dapat disembuhkan dan penyebarannya bisa dikendalikan. Mari tingkatkan kesadaran tentang TBC untuk menjaga kesehatan diri dan orang di sekitar kita.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Inspirasi NTB

Inspirasi NTB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya