
LOMBOK BARAT — Kabupaten Lombok Barat terus mempercepat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) guna mendukung target eliminasi nasional. Langkah konkretnya, Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (InSPIRASI) menggelar Pertemuan Validasi Data dan Koordinasi antara Komunitas dan Layanan Kesehatan pada Selasa, 30 Juni 2026, di Resto & Convention Hall Ujung Landasan, Gerung.
Pertemuan yang dihadiri oleh 34 peserta dari unsur dinas kesehatan, puskesmas, komunitas Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (InSPIRASI), hingga kepala desa ini bertujuan menyinkronkan data, memetakan tantangan, serta memperkuat strategi penemuan kasus TBC di lapangan. Langkah ini mendesak mengingat Indonesia saat ini berada di peringkat kedua global dengan perkiraan 1.090.000 kasus baru dan 125.000 kematian setiap tahunnya.
Tantangan Capaian SPM dan Rendahnya Investigasi Kontak
Berdasarkan laporan Semester I pada tahun 2026, pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) TBC di Kabupaten Lombok Barat baru menyentuh angka 57,79% dari target 100%. Meski sembilan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) seperti Puskesmas Suranadi dan Gerung berhasil melampaui target, masih terdapat enam fasyankes yang berada di zona merah atau di bawah 70%, termasuk RSUD Tripat Gerung yang mencatat pencapaian terendah sebesar 14%.
Tantangan terbesar daerah ini terletak pada rendahnya cakupan Investigasi Kontak (IK) yang baru mencapai 34,2% dari target 100%, serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) yang baru terealisasi 23,1%. Selain itu, ditemukan penumpukan data indeks kasus yang belum ditindaklanjuti secara lapangan oleh kader menjelang akhir semester, khususnya pada periode Mei–Juni 2026.
Optimalisasi Data Digital SITK-SITB dan Komunitas Inovasi
Menyikapi kendala tersebut, Lombok Barat mengoptimalkan sistem digital melalui interoperabilitas dua arah (bridging) antara Sistem Informasi Tuberkulosis Komunitas (SITK) dan Sistem Informasi TB (SITB) milik nasional. Melalui sistem integrasi harian ini, data pasien terkonfirmasi dikirim ke SITK untuk dilacak oleh kader komunitas, dan hasilnya dikembalikan ke SITB demi memastikan validitas data yang akurat.
Di sisi lain, jaringan komunitas SSR InSPIRASI menunjukkan kinerja yang kuat dalam jangkauan awal. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, kontribusi komunitas berhasil menjaring 2.759 TBC tak terduga (112% dari target) dan menghasilkan 383 notifikasi kasus baru, dengan kontribusi tertinggi berasal dari Puskesmas Dasan Tapen dan Kecamatan Gerung.
Sinergi Program Pemberdayaan Desa dan Penanganan Stunting
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Hj. Erni Suryana, S.Si., MM, menegaskan bahwa eliminasi TBC tidak dapat berdiri sendiri kecuali harus berbaur dengan program kesehatan lain, salah satunya penanganan stunting pada anak. Menurutnya, anak dengan kondisi stunting wajib mendapatkan skrining TBC agar intervensi gizi yang diberikan dapat berjalan optimal dan tidak terhambat oleh infeksi penyakit.Sebagai rencana tindak lanjut, pertemuan ini menyepakati peta jalan integrasi pendekatan “Inspirasi Berdaya” dengan Program Desa Berdaya. Kolaborasi lintas sektor ini difokuskan untuk menjangkau 35 desa yang belum terjangkau intervensi komunitas, sekaligus menyasar keluarga miskin ekstrem yang memiliki kerentanan tinggi terhadap penularan TBC di Lombok Barat. Ungkapnya.